Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review dan Sinopsis Film Legenda Kelam Malin Kundang: Reimajinasi Cerita Rakyat yang Segar

Film Legenda Kelam Malin Kundang

Tanganhelra.com--Dalam film Legenda Kelam Malin Kundang, kisah yang identik dengan cerita rakyat Indonesia ini diimajinasikan kembali dengan alur modern yang menarik. Simak review dan sinopsis lengkapnya di sini. 

Film Legenda Kelam Malin Kundang diadaptasi dari cerita rakyat terkenal tentang seorang anak pada ibunya. Film ini mengisahkan Alif (Rio Dewanto) yang mengalami kecelakaan hingga hilang sebagian ingatan, tiba-tiba harus menemui ibunya yang lama tidak ia jumpai.


Legenda Kelam Malin Kundang merupakan film thiller psikologis yang akan membawa penonton dengan rasa penasaran terhadap masa lalu Alif dan mengapa ia tidak ingat sama sekali tentang ibunya, 

Alif dan Nadine dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
Sejak awal film, Istri Alif, Nadine (Faradina Mufti) juga terlihat memiliki hal yang ia sembunyikan dari suaminya. Hal ini membuat Legenda Kelam Malin Kundang memiliki alur dan nuansa gelap yang membuat penoton penasaran den tegang.

Simak sinopsis dan review film Legenda Kelam Malin Kundang


Sinopsis Film Legenda Kelam Malin Kundang


Cerita berawal dari Alif yang baru saja bangun dari koma setelah mengalami kecelakaan. Alif kehilangan sebagian memorinya dan mencoba memahami seperti apa dirinya. 


Bersamaan dengan itu Nadine, Istri Alif, terlihat menghindar dan menunjukkan bahwa rumah tangga mereka sebenarnya tidak sedang baik-baik saja sebelum Alif kecelakaan dan hilang ingatan.

kedatangan Amah dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
Alif yang mencoba memahami itu dan memberikan waktu kepada istrinya tiba-tiba terkejut dengan notifikasi bahwa ibunya, yang ia panggil amah, akan berkunjung ke Jakarta dan harus dijemput di bandara.

Hal ini membuat Alif bingung karena ia tidak ada memori tentang ibunya yang tersisa, dan nadine bercerita bahwa sejak mereka kenal belasan tahun lalu, Alif memang merantau sendirian ke Jakarta dan tidak pernah pulang ke Sumatera.


Menurut Nadine, Alif selalu menghindar saat ditanyai tentang masa lalu, apalagi tentang ibu dan keluarganya. Hal inilah yang Nadine sesali karena Alif jadi pribadi yang menutup diri bahkan kepada istrinya.


Kedatangan amah (Vonny Anggaraeni) kemudian membawa keceriaan dalam keluarga, Alif dan anaknya seringkali minta diceritakan tentang kisah Alif sewaktu kecil, yang kemudian berujung fana karena ia tidak ingat apa-apa.

alif kebingungan masa lalunya

Kebingungan semakin besar saat Alif menemukan gambar-gambar masa kecilnya yang menyeramkan, dan mengantarkannya pada mimpi buruk setiap malam.


Suatu malam, Amah menghilang. Alif mencari jejaknya karena yakin Amah yang datang bukanlah ibu kandungnya yang asli. Namun pencarian Alif justru mengantarkannya pada suatu fakta kelam tentang masa lalu.

Amah dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
Ia mulai ingat masa lalunya dan fakta bahwa ibu aslinya telah wafat. Alif juga mulai ingat pertengkaran dengan Nadine sebelum akhirnya ia kecelakaan. 

Kecelakaan ini mengantarkan Alif untuk menghadapi masalahnya dengan menjadi orang yang berbeda.


Review Film Legenda Kelam Malin Kundang


Taktik Cerdas Mengambil Kisah Anak Durhaka

Film ini mengambil judul malin kundang hingga penonton bisa langsung menyepakati bahwa Alif yang sudah belasan tahun merantau dan tidak menghubungi ibunya merupakan anak durhaka. 


Hal ini juga menjadi masalah besar dan kegalauan bagi Alif yang hilang sebagian ingatan. Ia mempertanyakan alasan mengapa ia tidak menghubungi ibunya dan alasan mengapa ia menjadi pribadi yang tertutup dan menyebalkan.

Alif kecil saat akan merantau dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
Melalui nilai moral, Alif menyadari bahwa ia harus memperbaiki hubungan dengan ibunya dan mencari tahu alasan mengapa ia menjadi “anak durhaka”

Melalui nilai inilah Alif kemudian memperbaiki diri lebih jauh seperti memperbaiki hubungan dengan istrinya, mencoba bersahabat dengan pengacara keluarga yang juga merupakan temannya, hingga mencoba berjoget bersama anak dan ibunya.


Menjadikan masalah “anak durhaka” sebagai titik berangkat karakter utama untuk menelanjangi konflik yang ada dalam film merupakan langkah cerdas yang juga menjadi reimajinasi cerita rakyat legendaris, Malin Kundang.


Masalah Psikologis Karakter Utama

sebagai karakter utama, Alif mengalami polemik kehilangan sebagian memori masa lalu yang menurutnya adalah masalah terbesar. 


Namun, berdasarkan pengakuan istrinya bahwa karakter Alif sebelumnya justru merupakan masalah terbesar dalam keluarga mereka. Alif yang terlalu tertutup dan mudah marah jika membahas masa lalu.

Rio Dewanto sebagai Alif dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
Alif juga sering mendegar suara-suara aneh, seperti suara istrinya yang berdebat, suara istrinya yang mau memanggil polisi, dan halusinasi lainnya. Masalah psikologis Alif menjadi lebih serius terhadap karakter masa lalunya.

Karena hal ini, Alif mencoba mencari jati dirinya yang lama. Siapakah amah palsu dalam film Legenda Malin Kundang ternyata adalah adalah suruhan dari Alif sendiri sebelum kecelakaan, saat rumah tangganya sudah mulai retak. 


Ia berharap dengan datangnya amah palsu, istrinya bisa berhenti untuk menanyakan masa lalunya, yang kemudian ia dapatkan adalah istrinya berselingkuh dengan pengacara keluarga.

Faradina Mufti sebagai Nadine dalam Film Legenda Kelam Malin Kundang
Masalah berawal dari psikologis Alif, dan menjadi lebih besar karena keadaan mental Alif sendiri. Hilang sebagian ingatan ternyata adalah cara Tuhan dan semesta untuk menyembuhkannya untuk menghadapi masa lalunya sendiri.

Lalu kemana sebenarnya amah asli Alif dalam film Legenda Kelam Malin Kundang? Amahnya tidak sengaja terbunuh oleh tangan Alif saat ia sudah merasa sangat tertekan karena amah yang berprofesi sebagai PSK. 


Para “pelanggan” mamanya seringkali memaksa Alif untuk melihat amahnya melakukan praktik prostitusi. Hal ini mengganggu psikologis Alif hingga ia tidak sengaja menusuk amahnya. 


Itulah review dan sinopsis dari film Legenda Kelam Malin Kundang. Selamat membaca


Salam,

Helra